• Sabtu, 4 Desember 2021

Orang Indonesia Suka Foto Bareng Bule di Tempat Wisata, Kenapa Sih? Ini Alasannya...

- Rabu, 24 November 2021 | 07:55 WIB
Orang Indonesia suka banget foto bareng bule. Kebiasaan yang unik namun lucu.  (Image by Ratna Fitry from Pixabay)
Orang Indonesia suka banget foto bareng bule. Kebiasaan yang unik namun lucu. (Image by Ratna Fitry from Pixabay)


TourismNews.id - Setiap mengunjungi tempat wisata terkenal, seperti Bali, Borobudur, atau Jogja, kita selalu berjumpa dengan turis asing kulit putih, yang sering disebut 'bule'. Uniknya, selalu saja ada wisatawan lokal yang meminta berfoto dengan mereka. Kenapa ya, orang Indonesia suka foto bareng bule?

Dengan suguhan kekayaan alamnya yang terkenal dan menarik, membuat turis asing tertarik untuk berlibur ke Indonesia. Tak hanya dari negara-negara tetangga, bahkan ada turis asing yang berasal dari Eropa dan Amerika. Biasanya, orang Indonesia suka foto bareng bule yang berasal dari sana. 

Bule saat berlibur di Indonesia sering diperlakukan istimewa layaknya superstar. Padahal di negara asalnya, ia belum tentu diperlakukan seperti itu. Kenapa sih begitu?

Baca Juga: Belum Ada Wisatawan Mancanegara yang Berkunjung ke Bali dan Kepulauan Riau, Kemenparekraf Evaluasi Kebijakan

Bahkan ketika bule-bule tersebut masuk ke sebuah restoran, pelayanan yang diberikan juga lebih baik daripada pelayanan yang diberikan untuk masyarakat lokal.

Perilaku itulah yang menjadi salah satu alasan Indonesia dikenal sebagai negara yang ramah.

Akademisi sekaligus mahasiswa doktoral di The University of Queensland, Ahmad Rizky Mardhatillah Umar, berpendapat ada dua penjelasan pokok dalam laku minta foto bareng bule asing.

Pertama, soal cara berpikir rasial yang melekat dalam cara berfikir warga di Indonesia dan negara bekas jajahan lain dalam memandang orang kulit putih.

Baca Juga: 10 Tempat Wisata Alam Taman dan Hutan Kota di Jakarta dengan Pemandangan Indah dan Instagramable

Cara berpikir itu cenderung melihat -orang berkulit putih dalam strata yang lebih tinggi dari mereka yang berkulit hitam atau berwarna. Masalahnya, setelah proses dekolonisasi, cara pandang itu kerap menempel dan bertahan. Struktur politik global saat ini juga ikut mempertahankannya.

Halaman:

Editor: Irvan Ali Fauzi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Arab Saudi Mulai Perbolehkan Keberadaan Kafe Anjing

Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:48 WIB
X