• Rabu, 29 Juni 2022

Festival Cap Go Meh Jadi Kekayaan Budaya dan Pariwisata Andalan di beberapa Kota di Indonesia

- Kamis, 3 Februari 2022 | 12:17 WIB
ilustrasi perayaan Cap Go Meh di Kota Pontianak. (ayopontianak.com/dok. Prokopim Pemkot Pontianak)
ilustrasi perayaan Cap Go Meh di Kota Pontianak. (ayopontianak.com/dok. Prokopim Pemkot Pontianak)

TourismNews.id – Di budaya Tionghoa, setelah Tahun Baru Imlek biasanya berlanjut ke perayaan Cap Go Meh. Cap Go meh adalah akhir dari rangkaian perayaan tahun baru Imlek yang dilakukan tiap tanggal 15 pada bulan pertama penanggalan Tionghoa.

Kata Cap Go Meh ini berasal dari Bahasa Hokkian. Yang artinya cap adalah sepuluh, go artinya lima, dan meh mempunyai arti malam. Yang arti keseluruhannya adalah malam ke-15 seperti disebutkan diatas.

Di Tempat asalnya di Tiongkok perayaan Cap Go meh lebih dikenal sebagai Yuan Xiao atau Shang Yuan.

Baca Juga: Sejarah dan Filosofi Lontong Cap Go Meh, Sebaiknya Anda Tahu

Perayaannya diawali dengan berdoa di Vihara, kemudian dilanjutkan dengan iringan kenong dan sambal (semacam perkusi) serta pertunjukan barongsai. Barongsai diyakini sebagai pertanda kesuksesan, keberuntungan dan pengusiran kepada hal-hal buruk.

Dikutip dari berbagai sumber, Cap Go Meh di Tiongkok, dikenal sebagai festival Yuan Xiao atau Shang Yuan, yang artinya malam dengan bulan purnama pertama.

Sementara di Inggris dan belahan dunia lain perayaan Cap Go Meh disebut dengan lantern festival, atau festival lampion.

Baca Juga: Resep Lengkap Lontong Cap Go Meh yang Lebih Sedap karena Dibuat Sendiri (1)

Perayaan Cap Go Meh telah dilakukan sejak abad ke-17 Masehi atau sekitar 2000 tahun yang lalu pada masa Dinasti Han di Tiongkok. Terutama saat migrasi masyarakat Tionghoa ke wilayah bagian selatan Tiongkok. Perayaan diadakan bersama oleh raja dan masyarakatnya.

Halaman:

Editor: Irvan Ali Fauzi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Libur Panjang Isra Miraj, Pengguna KRL Padat

Selasa, 1 Maret 2022 | 09:06 WIB

Terpopuler

X