• Kamis, 20 Januari 2022

Masuk Bulan Desember 2021, PPKM Jawa-Bali Diperpanjang 14 Hari, Jabodetabek Masuk Level 2

- Rabu, 1 Desember 2021 | 22:10 WIB
Ilustrasi penerapan PPKM di Jalan Braga Bandung. /dok. Pixabay
Ilustrasi penerapan PPKM di Jalan Braga Bandung. /dok. Pixabay

TourismNews.id - Memasuki Bulan Desember 2021 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali diperpanjang 14 hari. PPKM diberlakukan dari 30 November 2021 hingga 14 Desember 2021.

Perpanjangan PPKM Jawa-Bali selama 14 hari  untuk   menekan angka lonjakan akibat pandemi Covid-19 yang belum usai.

“Diperpanjang dua pekan,” kata Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Jodi Mahardi saat dikonfirmasi, Senin, 29 November 2021.

Baca Juga: Antisipasi PPKM Level 3 Saat Libur Nataru, Bisa Berwisata Virtual dari Machu Picchu sampai Planet Mars

Sementara itu, dalam rapat evaluasi penanganan pandemi Covid-19 wilayah Jawa-Bali, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, situasi pandemi akibat penularan virus corona di Jawa-Bali terus menunjukan perbaikan. Hal tersebut sebagai dampak dari PPKM yang telah berlaku selama beberapa bulan.

“Penerapan PPKM yang masih terus dilakukan di Jawa-Bali menunjukan tren yang cukup stabil,” kata Luhut melalui keterangan tertulisnya.

Luhut menyebutkan, jumlah kasus Covid-19 di Jawa-Bali tercatat rendah. Kasus konfirmasi menurun hingga 99 persen dibandingkan puncak kasus bulan Juli lalu.

Baca Juga: Festival Film Pelajar Jogja Diadakan 2-12 Desember 2021, Bertema 'Urip iku Urup'

Meski demikian, luhut menyampaikan bahwa saat ini terjadi peningkatan penambahan kasus aktif nasional. Spesifik di Jawa-Bali, peningkatannya terjadi 4-5 hari berturut-turut pada periode awal munculnya varian Delta.

Berdasarkan hasil penilaian 27 November 2021, terdapat penambahan di 23 kabupaten/kota yang masuk ke level 2 PPKM. Kemudian 8 kabupaten/kota masuk level 1.

Menurut penilaian World Health Organization (WHO), 10 kabupaten/kota yang kembali ke level 2 berada di Jabodetabek. Hal ini terjadi akibat turunya angka tracing atau penapisan anggota aglomerasi di wilayah tersebut.

Baca Juga: 4 Wisata Alam yang Menarik untuk Liburan Akhir Tahun di Daerah Lawang, Malang

Luhut juga memaparkan hasil survei Google Mobility Jawa-Bali dan Indeks belanja masyarakat. Hasil survei menunjukan bahwa mobilitas masyarakat cukup signifikan dibandingkan periode Liburan Natal 2020 dan tahun baru 2021 dan mendekati Idul Fitri 2021.

“Oleh karena itu, kita harus berhati-hati terhadap indikasi adanya kenaikan kasus dan mobilitas, terutama menghadapi periode Natal dan tahun baru supaya tidak terulang pembatasan sosial yang ketat,”kata luhut.***

Editor: Dian Riski Rosmayanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X