• Sabtu, 4 Desember 2021

Sri Sultan HB X Launching Indikasi Gebyar Geografis Batik Tulis Nitik, Salah Satu Motif Batik Tertua di DIY

- Rabu, 24 November 2021 | 14:26 WIB
Acara Launching Gebyar Batik Nitik DIY (Pemprov DIY)
Acara Launching Gebyar Batik Nitik DIY (Pemprov DIY)

TourismNews.id - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Selasa, 23 November 2021 telah melaunching Indikasi Geografis Gebyar Batik Tulis Nitik DIY yang merupakan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), di Balai Desa Trimulyo, Jetis, kabupaten Bantul. Hal ini dilakukan karena Batik Tulis Nitik berperan penting dalam pengembangan karya budaya batik di DIY.

Batik Tulis Nitik merupakan batik dengan motif yang tersusun dari ribuan titik-titik yang berasal dari Kembangsongo, Bantul dan merupakan adaptasi dari anyaman kain tenun Patola India. Batik Tulis Nitik Yogyakarta menjadi satu-satunya motif batik tulis yang telah memiliki Hak Kekayaan Komunal sebagai Indikasi Georgrafis Kembangsongo, Bantul,” papar Sri Sultan HB X dalam siaran pers di laman Pemprov DIY.

Sri Sultan menjelaskan, Batik Tulis Nitik adalah batik khas DIY sebagai salah satu motif batik tertua di lingkungan Keraton Yogyakarta. Di balik keberadaannya Batik Tulis Nitik juga memuat sejarah perjuangan melawan politik monopoli dagang dan kebijakan impor oleh Belanda.

Baca Juga: Reaktivasi Jalur Kereta Api Semarang Yogyakarta Ditarget Selesai 2021, Jadi Harapan Wisata Jateng dan DIY

Batik Tulis Nitik lahir sekitar tahun 1600, sebagai akibat penjualan kain tenun Patola India, sejenis kain cindé yang dimonopoli oleh Belanda, sehingga harga jualnya berlipat ganda. Dari masalah tersebut, kaum perempuan Jawa menginisasi Gerakan membuat kain batik dengan motif Patola sebagai substitusi produk impor kain Patola dari India.

“Selayaknya kita syukuri bahwa di masa serba modern ini, eksistensi Batik Nitik justru semakin menguat dengan lahirnya Paguyuban Sekar Nitik di Kembangsongo, Jetis, Bantul. Paguyuban ini memilih proses batik tradisional, dengan tetap mempertahankan skema padat karya agar terbuka peluang kerja yang lebih luas bagi kaum perempuan di sekitarnya,” ujar Sri Sultan HB X

Menurutnya, Batik Tulis Nitik tersebut menyiratkan keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan dan alam semesta, karena melukiskan jati diri manusia sebagai makhluk sosial yang saling bergantung satu sama lain. Dari sisi potensi pengembangan kreativitas dan seni, Batik Nitik berperan penting dalam pengembangan karya budaya batik di DIY dan mampu melahirkan kreasi-kreasi baru yang lahir dari kreativitas pembatik.

Baca Juga: Sri Sultan HB X Berharap Diorama Kearsipan Berikan Penjelasan Sejarah DIY Secara Runtut

“Penetapan Batik Tulis Nitik sebagai Kekayaan Intelektual Komunal Indikasi Geografis wilayah DIY memberikan harapan baru, sekaligus simbol kick off pengembangan potensi Batik Tulis Nitik, juga dalam ranah bisnis. Kita perlu merancang konsep aktualisasi, mulai dari promosi, sosialisasi dan diversifikasi produk. Pemda DIY akan terus mendukung perkembangan Batik Tulis Nitik sebagai produk asli daerah yang berkarakter, berkualitas dan pada akhirnya mempunyai reputasi secara nasional dan global,” ujar Sri Sultan HB X.

Halaman:

Editor: Arif Kusuma Fadholy

Tags

Terkini

X