• Sabtu, 4 Desember 2021

Belum Ada Wisatawan Mancanegara yang Berkunjung ke Bali dan Kepulauan Riau, Kemenparekraf Evaluasi Kebijakan

- Selasa, 23 November 2021 | 22:36 WIB
Sejumlah wisatawan mancanegara saat menikmati keindahan pantai di Jalan Pantai Batu Mejan, Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu 13 November 2021. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyebut, sektor pariwisata sudah mengalami kebangkitan dari dampak pandemi Covid-19 secara berangsur-angsur setelah menurunnya angka penularan Covid-19 di Indonesia. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah wisatawan mancanegara saat menikmati keindahan pantai di Jalan Pantai Batu Mejan, Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu 13 November 2021. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyebut, sektor pariwisata sudah mengalami kebangkitan dari dampak pandemi Covid-19 secara berangsur-angsur setelah menurunnya angka penularan Covid-19 di Indonesia. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

TourismNews.id - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menjelaskan, hingga kini belum ada wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali dan Kepulauan Riau. Hal ini tampak dari belum ada penerbangan langsung internasional ke Bali dan Kepulauan Riau.

Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan, pemerintah terus mengevaluasi kebijakan yang telah dikeluarkan, baik kebijakan visa, ketentuan penerbangan langsung, serta karantina. Sandiaga mengatakan, pihaknya juga akan memantau situasi dari negara pasar potensial seperti Australia.

“Karena Australia ini merupakan pasar wisatawan mancanegara terbesar, khususnya untuk Bali. Jadi akan segera kita putuskan setelah melakukan evaluasi dengan tim, baik itu mekanisme karantina dengan sistem bubble atau sistem non karantina tapi mengharuskan pelaku perjalanan internasional sudah tervaksin dosis lengkap,” kata Sandiaga, dalam siaran media, Selasa, 23 November 2021.

Baca Juga: Kemenparekraf Perketat Protokol Kesehatan, Kegiatan Wisata Tidak Dilarang saat Nataru

Selain itu, sudah cukup banyak permintaan dari pasar India untuk wisatawan berkunjung ke Indonesia pada November - Desember 2021. Pihak maskapai dan industri pariwisata Indonesia pun sudah bekerja sama membentuk paket wisata untuk wisman asal India, termasuk di dalamnya mekanisme tiga hari karantina bagi yang telah menerima vaksin dosis lengkap.

Akan tetapi, ujar dia, ada hal-hal yang harus disepakati oleh pihak Indonesia dan India terkait dengan dibukanya kembali border international untuk wisatawan kedua negara ini.

Menparekraf Sandiaga menjelaskan, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf telah melakukan rapat dengan Duta Besar India di Jakarta, yang difasilitasi oleh Kemenlu. Berkaitan izin penerbangan dengan tujuan pariwisata diperlukan Mutual Recognition Arrangement (MRA) antara India dan Indonesia dalam bentuk MoU.

Baca Juga: Wisata Bali Dibuka Lagi untuk Turis Asing, Tapi Kok Jadwal Penerbangan Internasional Belum Ada?

Setelah MRA disepakati oleh kedua negara, secara teknis aplikasi tracing dan tracking melalui PeduliLindungi ke dua negara akan dihubungkan, sehingga wisman dapat dipantau dari mulai keberangkatan hingga kembali lagi ke negaranya.

Halaman:

Editor: Dian Riski Rosmayanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X