• Sabtu, 4 Desember 2021

Pemkot Yogyakarta Terapkan Sistem Satu Pintu untuk Bus Pariwisata

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 20:14 WIB
Wakil Walikota Yogyakarta sedang Membahas tentang one gate system terkait bus pariwisata (Pemkot Yogyakarta)
Wakil Walikota Yogyakarta sedang Membahas tentang one gate system terkait bus pariwisata (Pemkot Yogyakarta)

TourismNews.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta saat ini berencana menerapkan sistem satu pintu (one gate system) untuk bus-bus pariwisata yang akan masuk ke wilayah Yogyakarta. Bus-bus pariwisata yang akan masuk ke tempat wisata diarahkan masuk ke Terminal Giwangan terlebih dahulu untuk pemeriksaan kelengkapan dokumen kesehatan yakni bukti vaksinasi Covid-19. Kebijakan itu untuk memastikan seluruh wisatawan memenuhi ketentuan perjalanan guna mengantisipasi potensi peningkatan kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta.

“One gate system tujuannya untuk memastikan seluruh wisatawan memenuhi ketentuan PPKM di antaranya wajib vaksin. Inti dari one gate system juga untuk mengamankan warga, wisatawan dan seluruh pelaku industri di Yogyakarta dari Covid-19,” kata Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, dalam siaran persnya Kamis (21/10/2021).

Heroe menjelaskan, dengan one gate system seluruh kendaraan bus pariwisata angkutan umum ke Kota Yogyakarta harus masuk Terminal Giwangan untuk pemeriksaan kelengkapan bukti vaksin Covid-19 dari para penumpang. Bus-bus pariwisata yang memenuhi ketentuan, akan dinyatakan lolos serta akan mendapatkan stiker penanda untuk mengakses ke tempat khusus parkir (TKP) di Kota Yogyakarta.

“Setiap tempat parkir ada stiker khusus sehingga kami akan mengatur di mana bus- bus pariwisata yang lolos pemeriksaan akan parkir. One gate system juga terkait pengaturan arus lalu lintas agar ketika bus pariwisata yang memasuki Kota Yogyakarta tidak terjadi kemacetan yang meluas,” terangnya.

Setiap wisatawan juga diharapkan untuk mengunduh aplikasi Jogja Smart Service (JSS) milik Pemkot Yogyakarta, karena di dalamnya terdapat fitur Peduli Yogya terkait keamanan perjalanan wisata di Yogyakarta. Khususnya untuk mengatur durasi wisatawan di Malioboro dibatasi maksimal 2 jam dan parkir kendaraan maksimal 3 jam.

Heroe menerangkan, one gate system akan berlaku hari Sabtu dan Minggu sebagai tahap uji coba penerapan. Setelah itu pihaknya akan melakukan evaluasi lebih lanjut.

Untuk memantau dan menertibkan penerapan tersebut, Pemkot Yogyakarta akan menerjunkan tim gabungan meliputi Dinas Perhubungan, Satpol PP, Polresta Yogyakarta, TNI, dan tim gugus tugas Covid-19 kemantren. Pihaknya menegaskan, tidak ada toleransi bagi bus yang melanggar masuk tanpa pemeriksaan dan parkir di tepi jalan. Sanksi berupa tidak dapat mengakses TKP bus dan penindakan di lapangan.

“Kalau nekat masuk tanpa pemeriksaan tidak akan dapat tempat parkir karena di tempat parkir sudah kami batasi. Jika tempat parkir mau menerima bus atau kendaraan yang tidak lolos pemeriksaan dari Terminal Giwangan, maka sanksi bagi penyedia parkir kami akan tutup untuk tidak bisa menjadi tempat parkir dalam beberapa waktu. Kalau bus nekat parkir di tepi jalan akan ditindak,” jelasnya.

Heroe menjelaskan, dengan status Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 di DIY, maka hampir semua aktivitas sudah bisa dijalankan dengan pembatasan jumlah kapasitas. Termasuk tempat- tempat wisata dapat buka dengan kapasitas maksimal 25 persen dan menerapakn protokol kesehatan. Oleh sebab itu one gate system diterapkan untuk mengatur agar kendaraan- kendaraan wisata bisa masuk tapi semuanya harus melalui pemeriksaan.

Halaman:

Editor: Arif Kusuma Fadholy

Tags

Terkini

X