• Sabtu, 4 Desember 2021

Awal Tahun 2022 Jadi Kebangkitan Wisata di Jawa Barat

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:15 WIB
Ridwan Kamil : Prediksi sektor pariwisata bangkit awal 2022 jika kekebalan komunal (herd immunity) tercapai
Ridwan Kamil : Prediksi sektor pariwisata bangkit awal 2022 jika kekebalan komunal (herd immunity) tercapai

TourismNews.id - Tahun 2022 menjadi kebangkitan pariwisata di jawa barat, hal ini disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Prediksi sektor pariwisata bangkit awal 2022 jika kekebalan komunal (herd immunity) tercapai di mana sekitar 37 juta warga Jabar selesai divaksin akhir Desember 2021.

Dalam situasi adaptasi kebiasaan baru endemi Covid-19 tetap akan ada pembatasan pengunjung di destinasi wisata. Tapi tetap, tidak akan seperti semula 100 persen. Pemprov Jawa Barat sudah mulai mengizinkan beberapa destinasi wisata untuk buka kembali. Namun, pembukaan destinasi wisata di Jawa Barat ini akan disesuaikan dengan level atau tingkat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di daerah tersebut.

"Kami pasti batasi apakah 25, 50 atau 75 persen. Artinya pergerakan ada tapi dibatasi. Sampai kapan? Sampai presiden memproklamasikan merdeka dari penjajah yang namanya Covid. Tidak tahu kapan masker boleh dibuka. Sebelum hari proklamasi itu, mari kita beradaptasi," papar Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (14/9).

Baca Juga : Holding BUMN Pariwisata Jelaskan Kesiapan Pembukaan Penerbangan Luar Ke Bali

Pemprov Jawa Barat juga menggunakan aplikasi Peduli Lindungi sebagai alat untuk masuk ke objek wisata dan tempat umum lainya. "Jadi kesimpulan pertama pariwisata akan dibuka sesuai level PPKM. Kedua, kami menggunakan benteng seleksi melalui aplikasi Peduli Lindungi siapa yang masuk ke sana harus buktikan," katanya.

Apalagi, Ridwan Kamil menambahkan, saat ini minat masyarakat untuk divaksin juga sangat tinggi. Hal ini tidak terlepas dari pengelola tempat umum yang mensyaratkan sertifikat vaksin untuk bisa masuk.

Sementara itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat mengingatkan para wisatawan yang akan datang ke wilayahnya untuk mengikuti protokol kesehatan yang berlaku dan memiliki aplikasi PeduliLindungi. Ada sejumlah objek wisata di Bandung yang telah uji coba dibuka untuk wisatawan.

"Syarat utama itu vaksin, pastikan menggunakan aplikasi PeduliLindungi, pastikan pemesanan melalui aplikasi semua. Selain siapkan antigen di tempat wisata. Karena pasti di destinasi juga ada screening. Agar aman, cari juga tempat yang sudah CHSE," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Dedi Taufik, beberapa pekan yang lalu.

Baca Juga : Anggota Komisi IV DPR Desak Pemerintah Perhatikan Massa Protes Wisata Malam Glow Kebun Raya Bogor

Di Jawa Barat, Dedi mengatakan ada enam destinasi wisata yang menjadi percontohan dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru dan memenuhi Standar Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability (CHSE). Keenam objek wisata itu adalah Jbound (Kota Bogor), Taman Safari (Kabupaten Bogor), The Lodge (Kabupaten Bandung Barat), Saung Angklung Udjo (Kota Bandung), Glamping Lakeside dan Kawah Putih (Kabupaten Bandung).

Selain objek wisata, ada 306 hotel dan restoran di Jabar yang juga sudah memenuhi standar CHSE.

Dedi tak menampik penurunan kasus Covid-19 cukup dilematis bagi sektor wisata. Di satu sisi, ia khawatir terjadi revenge tourism yang berpotensi meningkatkan kasus Covid-19, namun di sisi lain roda ekonomi harus tetap berjalan.

"Memang dilematis. Tapi yang jelas pengunjung harus taat prokes, tetap waspada. Pengelola objek wisata pun harus taat aturan," kata Dedi.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebelumnya telah mengumumkan 20 objek wisata yang ikut uji coba pembukaan untuk wisatawan dengan PeduliLindungi. Adapun 20 tempat wisata tersebut tersebar di lima provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Jawa Timur.

 

Halaman:

Editor: Ahmad Husni

Tags

Terkini

X