• Rabu, 29 Juni 2022

Perayaan Imlek di Lasem, Bukti Akulturasi Budaya di Komunitas Ampyang

- Rabu, 26 Januari 2022 | 19:00 WIB
Klenteng Cu Ang Kiong, Lasem. (Alex Zulfikar)
Klenteng Cu Ang Kiong, Lasem. (Alex Zulfikar)

TourismNews.id - Lasem di Kabupaten Rembang merupakan wilayah yang sering disebut sebagai "The Little China" merupakan kawasan terbentuknya budaya baru dan telah terjadi akulturasi budaya yang memberikan ragam kekayaan muslim Jawa dan etnis Tionghoa.

Di Lasem, perayaan Imlek merupakan perayaan meriah, yang tidak hanya dirayakan oleh etnis Tionghoa, tetapi juga warga lain (sebut saja muslim Jawa) di sekitar Lasem.

Ini tentu memberikan makna tersendiri bagi etnis Jawa-Cina dalam menjalin relasi sosial-keagamaan di wilayah Lasem, Kabupaten Rembang.

Baca Juga: Menjelajah Lasem, Tiongkok Kecil yang Bikin Kesengsem

Salah satu bentuk keragaman budaya di Lasem telah melahirkan apa yang disebut komunitas Ampyang, yaitu perpaduan entitas kultur Jawa Muslim dan Cina Tionghoa.

Adapun perayaan imlek di Lasem telah menjadi identitas baru komunitas Ampyang, yang diwujudkan dalam kegiatan bersama.

1. Makan Bersama

Makan bersama dalam perayaan Imlek bagi masyarakat Ampyang di Lasem diyakini memiliki makna mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan hidup bersama serta menimbulkan semangat kekeluargaan, penghormatan istimewa dan semakin mempererat atau melengketkan persaudaraan.

Baca Juga: Gelar Pertunjukan Wayang Potehi pada Perayaan Imlek, Wajib Lakukan 5 Ritual

Diawali dengan makan makanan favorit Cina, di antaranya kue keranjang yang memiliki makna memperlengket persaudaraan.

Halaman:

Editor: Arif Kusuma Fadholy

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X