• Rabu, 29 Juni 2022

Asal Usul Kata Klitih, Istilah Kriminal yang Saat Ini sedang Marak di Jogja

- Rabu, 26 Januari 2022 | 11:48 WIB
Jogya Sedang Diteror Fenomena Klitih Membuat Situasi Menjadi Tidak Aman. (Seputar Tangsel- Pikiran Rakyat)
Jogya Sedang Diteror Fenomena Klitih Membuat Situasi Menjadi Tidak Aman. (Seputar Tangsel- Pikiran Rakyat)

TourismNews.id - Kosa kata klitih atau klithih saat ini sedang naik daun di Daerah Istimewa Yogyakarta (Jogja), karena mulai maraknya lagi kasus kriminal tersebut.

Menurut para orang tua atau sesepuh yang paham bahasa Jawa khususnya di Yogyakarta, sebenarnya kata klitih awalnya tidak bermakna negatif seperti yang ditemukan saat ini di media-media saat ini.

Kata klitih merupakan bahasa Jawa yang mempunyai arti sebuah kegiatan dari seseorang yang keluar rumah di malam hari dengan tanpa tujuan.

Baca Juga: Fenomena Klitih Membuat Pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta Terasa Mencekam

Ada juga yang mengartikan, klitih sebagai kegiatan orang yang keluar atau jalan-jalan pada malam hari mencari makan di suatu tempat karena lapar.

Klitih jika dialihbahasakan ke kosa kata bahasa Indonesia bisa disamaartikan dengan kata keluyuran pada malam hari.

Keluyuran tanpa alasan jelas atau mencari makan itu merupakan bukan kegiatan yang negatif. Jika keluar malam itu sudah merugikan orang lain seperti melakukan kekerasan, melukai, mencuri, dan merampok, maka itu merupakan hal-hal negatif.

Baca Juga: Pedestrian Jalan KH Ahmad Dahlan di Kota Yogyakarta Ditata, Diharapkan Ramah Disabilitas dan Pejalan Kaki

Berbeda dengan suku kata begal, meskipun sama melukai incarannya, namun lebih bermotif ekonomi. Begal dalam kamus KBBI berarti penyamun. Membegal dapat diartikan juga dengan merampas atau menyamun di jalan.

Halaman:

Editor: Arif Kusuma Fadholy

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X