• Rabu, 29 Juni 2022

Ini Tips Capai Diet Sempurna di Tahun 2022. Makan Makanan Favorit Tidak Dilarang!

- Minggu, 2 Januari 2022 | 21:55 WIB
Makanan diet sehat yang baik untuk tubuh. (Pixabay.com/skica911)
Makanan diet sehat yang baik untuk tubuh. (Pixabay.com/skica911)
TourismNews.id - Setiap tahun baru, hampir pasti beberapa orang mencanangkan pencapaian hidupnya, termasuk melakukan diet.

Kalau tahun lalu membuat kita sulit memenuhi resolusi diet karena berbagai macam alasan.
Tahun ini, kita bisa mengembalikan lagi rencana diet dan kebugaran menjadi lebih baik.
 
Namun, tentu di tahun yang masih dalam situasi luar biasa ini, penting bagi kita untuk menyesuaikan resolusi diet yang sesuai dengan kondisi yang ada.

Ini dia beberapa cara untuk mencapai resolusi diet yang bisa dibuat :
 
 
1. Jangan tetapkan target yang terlalu berat di awal

Ketika memulai resolusi kebugaran di tahun 2022, bisa saja kita tergiur untuk menetapkan rencana dan target yang besar. Namun ternyata, menetapkan target yang terlalu berat di awal tahun justru akan membuat kita merasa terbebani.

Alih-alih menetapkan target yang berat, sejumlah pakar kesehatan lebih menyarankan untuk menentukan rencana yang lebih realistis secara bertahap. Setelah target tersebut terpenuhi, baru tetapkan kembali target baru, tentunya dengan pemikiran yang realistis juga.

2. Utamakan progres dibandingkan kesempurnaan

Jangan jadikan kesempurnaan  menjadi tujuan utama. Mereka yang menjadikan kesempurnaan sebagai tujuan utama dalam menurunkan berat badan lebih sering gagal mencapai apa yang mereka inginkan.

Cara terbaik dan termudah untuk menjadi lebih sehat adalah dengan menciptakan kebiasaan seumur hidup. Jika diet tidak berhasil, tetap kebiasaan makan sehat yang berkelanjutan untuk jangka panjang akan membuat kebugaran kita jauh lebih baik.
 
Baca Juga: 4 Cara Merawat Rambut Berhijab agar Tetap Sehat, Salah satunya Memberi Kesempatan Rambut untuk Bernapas

Berolahraga setiap hari selama 3 tiga minggu dan kemudian menyerah tidak akan memberikan hasil. Sementara berolahraga tiga hari seminggu seumur hidup kita akan membuat kita lebih sehat.

3. Perubahan membutuhkan waktu

Butuh waktu untuk melihat perubahan tubuh yang disebabkan oleh pola kebugaran dan pola makan baru. Seringkali dibutuhkan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun bagi tubuh untuk mencapai titik yang diinginkan.

Untuk bisa mencapai target tertentu, kerja keras memang penting. Namun jangan sampai terobsesi sehingga membuat kita tak bisa berpikir realistis dan mengharapkan hal yang instan.

Berat badan kita berfluktuasi setiap hari dan bahkan sepanjang hari. Saat kita mulai berolahraga, komposisi tubuh kita berubah, yang berarti kita kehilangan lemak tubuh saat mendapatkan otot.
 
Baca Juga: 10 Tips Perawatan Kulit Saat Liburan, agar Kulit Selalu Cantik dan Sehat

4. Berolahraga tak selalu harus di gym

Tahun lalu, karena pandemi, membuat kita tak bisa berolahraga di gym. Pada akhirnya menuntut kita lebih kreatif untuk bisa tetap aktif berolahraga. Dan di tahun 2022 ini, semakin membuktikan bahwa kebutuhan orang untuk berolahraga di gym semakin pudar.

Kita hanya perlu mengubah cara berpikir kita tentang olahraga. Olahraga tidak selalu harus di gym.

Anda hanya butuh 30 menit bergerak lebih banyak setiap harinya untuk meningkatkan mood dan mengurangi stres.

Temukan cara berolahraga yang Anda sukai, seperti berjalan-jalan, bersepeda, atau mengikuti arahan olahraga yang kini banyak tersedia di YouTube.
 
Baca Juga: Filosofi Sup Rumput Laut Korea, Makanan Sehat untuk Pemulihan Ibu Melahirkan dan Makanan Wajib Ulang Tahun

Dan buatlah janji dengan diri sendiri bahwa Anda akan berolahraga pada waktu yang sama setiap hari untuk membangun konsistensi.

5. Konsumsi makanan favorit

Kebanyakan dari kita akan menghilangkan makanan favorit jenis tertentu agar bisa mencapai sebuah tujuan. Padahal, menurut para pakar, hal tersebut tak perlu dilakukan.

Makanan yang dianjurkan adalah  makan dalam jumlah sedang dan menggunakan prinsip 80/20. Yaitu mereka makan sehat 80 persen dan membiarkan mereka makan makanan favorit 20 persen.

Karena, ketika kita menetapkan pantangan terhadap jenis makanan tertentu, justru akan membuat kita tak berhenti memikirkannya. Selain itu penting sekali untuk tidak mengaitkan perasaan stres, depresi, kesepian atau bosan dengan makanan.***

Editor: Dian Riski Rosmayanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X