• Sabtu, 4 Desember 2021

Rokok Tembakau vs Vape, Mana yang Lebih Berbahaya? Penasaran, ini Faktanya!

- Kamis, 25 November 2021 | 06:05 WIB
Rokok elektrik (Vape) (pixabay.com)
Rokok elektrik (Vape) (pixabay.com)

TourismNews.id - Kemunculan rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan vape beberapa tahun belakangan ini menciptakan tren baru di kalangan kaum urban. Selain menjadi bagian dari gaya hidup, vape banyak digunakan karena dianggap lebih aman daripada rokok tembakau.

Beberapa orang menyebut vape jauh lebih bergaya dan lebih aman dibandingkan rokok tembakau. Namun, hingga kini masih diperdebatkan.

Sebenanrnya siapa sih yang lebih berbahaya, rokok tembakau atau vape?

Baca Juga: Kemenparekraf Perketat Protokol Kesehatan, Kegiatan Wisata Tidak Dilarang saat Nataru

Vape

Vape menghasilkan nikotin dengan cara memanaskan cairan didalam sebuah alat. Ketika dihisap akan menghasilkan uap air, alih-alih asap seperti rokok tembakau. Sekitar 90 persen vape dipasaran mengandung 90 persen nikotin.

Sebuah studi pada Annual Review Of Public Health juga menemukan bahwa menggunakan vape dapat membuat tubuh terkena racun dan partikel ultrafine level tinggi.

Racun tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit kanker paru-paru serta penyakit kardiovaskular lainnya. Bedanya vape tidak memiliki Total Aerosol Residue (TAR) atau residu tembakau seperti karbon monoksida (CO), karena tidak dibakar. Vape memiliki bahan kimia lain dari proses penguapan.

Baca Juga: Wapres Berharap Sektor Pariwisata Mengedepankan Kesehatan dan Keselamatan

Halaman:

Editor: Dian Riski Rosmayanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X