• Selasa, 17 Mei 2022

BMKG Pasang Sejumlah Alat Pemantau Kondisi Cuaca Khusus di Kawasan Gunung Semeru

- Selasa, 7 Desember 2021 | 20:06 WIB
Kepala BMKG terjun langsung ke lokasi terkait alat pemantau cuaca (BMKG)
Kepala BMKG terjun langsung ke lokasi terkait alat pemantau cuaca (BMKG)

TourismNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memberikan dukungan dalam upaya mitigasi lanjut serta pencarian, pertolongan, dan penyelamatan (Search and Rescue) korban erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Pihak BMKG saat ini telah memasang sejumlah alat pemantau kondisi cuaca khusus di kawasan Gunung Semeru.

"Informasi cuaca ditayangkan dalam display cuaca yang terdiri dari Citra Satelit Himawari-8, Citra Radar Cuaca, Kondisi Udara Atas terutama untuk Penerbangan, Kondisi Kualitas Udara untuk memonitor sebaran abu vulkanik, serta sistem pemodelan untuk memprediksi sebaran abu dan memprakirakan cuaca beberapa hari ke depan," jelas Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati di Kabupaten Lumajang dalam siaran persnya.

Keplala BMKG langsung datang ke lokasi untuk memastikan, dukungan BMKG benar-benar berjalan dengan baik dan seluruh informasi yang dikeluarkan tersebar dan dapat diakses masyarakat.

Dwikorita menerangkan, informasi cuaca di kawasan Gunung Semeru terus diperbaharui secara periodik, guna menjaga keselamatan warga di pengungsian dan tim yang tengah mencari korban hilang akibat erupsi Gunung Semeru. Mengingat, saat ini seluruh wilayah Indonesia tengah memasuki musim penghujan.

"Ini untuk mengantisipasi ancaman cuaca buruk dan banjir lahar yang dikhawatirkan mengancam keselamatan masyarakat terdampak dan tim yang melakukan pencarian korban erupsi. Kami mendukung Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) - Badan Geologi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam menyiapkan data prakuraan cuaca untuk peringatan dini lahar Semeru," ujar Dwikora.

Dwikorita juga mengatakan, monitoring aktivitas erupsi dan peringatan dini memang ditangani oleh PVMBG - Badan Geologi, Kementerian ESDM. Namun BMKG juga turut memonitor pergerakan sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Semeru di udara.

Dia melanjutkan, hal ini untuk memastikan keselamatan penerbangan pesawat. Jika nantinya terdeteksi, maka BMKG akan memberikan informasi sedini mungkin kepada Kementerian Perhubungan dan otoritas penerbangan.

Seperti diketahui, Gunung Semeru erupsi pada Sabtu 4 Desember 2021 pukul 15.20 WIB dengan mengeluarkan awan panas di wilayah Lumajang dan sekitarnya. Hujan deras pada hari itu juga menyebabkan lahar dingin dari kawah gunung tertinggi di Pulau Jawa itu meluncur deras menerjang desa di bawahnya.

Halaman:

Editor: Arif Kusuma Fadholy

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X