• Rabu, 27 Oktober 2021

Keindahan Danau Toba dan Letusan Gunung Supervolcano

- Minggu, 10 Oktober 2021 | 20:57 WIB
Keindahan Danau Toba di Sumatera Utara (Kemenparekraf)
Keindahan Danau Toba di Sumatera Utara (Kemenparekraf)

TourismNews.id Danau Toba saat ini menjadi salah satu Destinasi Super Prioritas (DSP) Indonesia yang terletak di provinsi Sumatera Utara. Danau vulkanik yang indah ini menjadi daya tarik untuk mengembangkan wisata sejarah sebagai strategi promosi pariwisatanya.

Dikutip dari laman resmi Kemenparekraf, Danau Toba dari segi geologis, terbentuknya tidak lepas dari sejarah letusan (erupsi) gunung supervulcano yang dahsyat, sehingga membentuk danau kaldera tersebut. Seperti yang diungkapkan oleh geolog asal Belanda, Van Bemmelen dalam bukunya The Geology of Indonesia (1939). Salah satu isinya mengungkapkan hipotesisnya mengenai proses terbentuknya Danau Toba.

Dalam buku tersebut diungkapkan, awalnya gunung api purba tersebut melakukan aktivitas vulkanik, kemudian terjadi erupsi sangat dahsyat. Hal yang menyebabkan tenggelamnya bagian tengah gunung dikarenakan adanya gabungan aktivitas vulkanik dan tektonik saat erupsi terjadi.

Baca Juga: Sejarah dan Panorama Wisata Bukit Jokowi di Jayapura

Erupsi dahsyat tersebut juga menyebabkan naiknya sebagian tanah dengan posisi miring ke arah barat daya lalu membentuk Pulau Samosir. Setelah erupsi dahsyat itu, Kaldera Toba tertutup bebatuan beku, setalah itu mencair dan membentuk Danau Toba. Berdasarkan penelitian, Gunung Api Purba Toba tersebut dahulunya memuntahkan magma minimal 300 km3 saat meletus 74 ribu tahun lalu.

Seorang Perempuan Berfoto di Dekat Danau Toba (Kemenparekraf)

Saat erupsi berlangsung, setidaknya Gunung Api Purba Toba Supervulcano itu telah memuntahkan setidaknya ada 2.800 km3 material vulkanik. Akibat letusan mengerikan iti, populasi manusia di bumi menyusut hingga 60% serta diikuti terganggunya mata rantai makanan.

Bahkan, disebut-sebut letusan gunung api purba ini diperkirakan membuat spesies Homo Sapiens nyaris punah. Migrasi manusia modern pun juga terhenti, karena letusan membuat Homo Sapiens terisolasi di suatu tempat di Afrika.

Baca Juga: Pemda DIY Dukung Pemuliaan dan Pemanfaatan Kembali Candi Prambanan

Halaman:

Editor: Ahmad Husni

Sumber: Kemenparekraf

Tags

Terkini

Sejarah dan Peran Hotel Pelangi di Kota Malang

Kamis, 21 Oktober 2021 | 16:18 WIB

Keindahan Danau Toba dan Letusan Gunung Supervolcano

Minggu, 10 Oktober 2021 | 20:57 WIB

Pendakian Gunung Ungaran Via Jalur Basecamp Mawar

Kamis, 9 September 2021 | 13:47 WIB

Papua Punya Situs Megalitik, Keren Pokoknya!

Selasa, 7 September 2021 | 20:54 WIB
X