• Sabtu, 4 Desember 2021

Pendakian Gunung Ungaran Via Jalur Basecamp Mawar

- Kamis, 9 September 2021 | 13:47 WIB
Pendakian Gunung Ungaran via Basecamp Mawar. (Piknnikyok.com)
Pendakian Gunung Ungaran via Basecamp Mawar. (Piknnikyok.com)



SEMARANG, TourismNews.id - Bagi Anda yang baru memulai hobi naik gunung, sangat disarankan tidak langsung naik gunung yang terlalu tinggi. Ada beberapa gunung bisa dijadikan "tempat belajar". Salah satu gunung yang sering jadi rekomendasi tempat naik gunung untuk pemula adalah Gunung Ungaran, Jawa Tengah.  

Gunung Ungaran yang memiliki ketinggian 2050 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini memang sangat ideal untuk pendaki pemula. Dengan jalur yang tidak terlalu curam, juga tidak terlalu panjang dan melelahkan.

Seperti ditulis pada laman resmi Dinas Pariwisata Jawa Tengah, ada banyak jalur menuju puncak Gunung Ungaran, misalnya jalur Medini, jalur Gedong Songo, dan dua jalur yang sudah ditutup yaitu jalur Curug Lawe serta jalur Nglimut. Kali ini kami secara spesifik ingin mengajak Anda mendaki Ungaran melalui jalur Medini atau basecamp Mawar.

Baca Juga: Lawang Sewu, Ikon Wisata Kota Semarang dan Sejarahnya

Melalui jalur Medini, baik motor ataupun mobil bisa sampai di desa terakhir yaitu Promasan namun dengan jalanan yang berbatu dan ala kadarnya. Kebanyakan pendaki pemula biasanya menggunakan jalur Basecamp Mawar karena jalurnya yang lebih terawat dan parkir yang aman.

Tidak membutuhkan perjalanan waktu yang cukup lama dari basecamp menuju ke puncak. Biasanya membutuhkan waktu sekitar 7 sampai 12 jam bagi pemula untuk bisa berteriak di atas puncaknya.

Perjalanan dimulai setelah para pendaki mengisi formulir pendakian dan membayar retribusi sekitar 15 ribu rupiah per orang. Pendaki bisa langsung masuk ke area hutan untuk melanjutkan perjalanan.

Baca Juga: Gunung Gede Pangrango Dibuka Kembali, Ayo Siapkan Carrier!

Dari Basecamp Mawar ke Pos 1 tidak terpaut jauh karena hanya membutuhkan waktu setengah jam saja. Selama perjalanan didominasi oleh hutan pinus yang cukup lebat dan hutan campuran.

Pendaki bisa melanjutkan perjalanan lagi selama setengah jam untuk sampai di sungai kecil. Di sini, pendaki bisa mengisi air sebagai persediaan saat naik ke atas puncak nanti atau sekedar membasuh tangan dan kaki saja.

Dari sungai kecil, jalur yang dilewati oleh pendaki selanjutnya akan lebih menanjak dan menguras energi. Beberapa tanjakan sangat terjal bahkan jika sedang musim hujan bisa membuat pendaki tergelincir.

Baca Juga: Papua Punya Situs Megalitik, Keren Pokoknya!

Beberapa titik lokasi nantinya memiliki jalur basah dan berlumpur yang menjadi sarang lintah. Saat musim penghujan tak heran banyak pendaki yang terganggu karena hewan berlendir ini. Sebagai saran, bawalah semprotan yang berisi air garam atau tembakau untuk mengusir lintah yang sering menempel di kulit.

Sampai akhirnya pendaki akan sampai di pos kolam renang. Sesuai namanya, tempat ini memang terdapat fasilitas kolam renang dengan air bersumber dari Gunung Ungaran. Tak hanya itu saja, terdapat shelter dan rumah warga yang ada di sekitarnya untuk digunakan berteduh saat hujan tiba.

Perjalanan selajutnya hanya berupa jalan berbatu yang lebar karena biasa digunakan untuk jalur mengangkut hasil kopi atau kayu. Selama perjalanan, pendaki akan disuguhi pemandangan kebun kopi yang cukup luas dan rimbun.

Baca Juga: Kampung Wijilan, Pusatnya Gudeg di Jogja

Menurut warga sekitar, dari pos ini sebetulnya bisa langsung menuju ke puncak Ungaran. Namun jalur yang dilewati memang tidak resmi dan mungkin sudah tertutup oleh rerumputan liar.

Perkemahan di Gunung Ungaran, Jawa Tengah. (Getlost.id)


Setelah melewati kebun kopi maka pendaki akan sampai di perbatasan kebun kopi dan kebun teh. Masyarakat sekitar menyebutnya dengan nama pertigaan karena terdapat dua jalur yaitu ke arah puncak dan ke arah Desa Promasan.

Di tempat ini saat siang hari memiliki pemandangan yang sangat indah. Hamparan luas kebun teh yang hijau dan membentang luas cukup menyegarkan pikiran.

Summit Attack Gunung Ungaran

Ada dua pilihan bagi pendaki, pendaki bisa melanjutkan perjalanan menuju puncak Ungaran langsung atau berkemah dahulu di Desa Promasan satu malam untuk mengisi air atau sekedar menikmati suasananya.

Jika memutuskan untuk lanjut menuju puncak, maka disarankan untuk beristirahat sejenak di pertigaan ini untuk mengisi tenaga.

Dari pertigaan sampai ke puncak membutuhkan waktu sekitar 3-6 jam tergantung dari lamanya mengambil waktu istirahat selama perjalanan. Jalur yang menanjak dan sesekali melewati pohon yang tumbang dan bebatuan besar sangat menguras tenaga.

Halaman:

Editor: Irvan Ali Fauzi

Sumber: Dinas Pariwisata Jawa Tengah

Tags

Terkini

X