• Sabtu, 4 Desember 2021

Desa Wisata Religi Wonokromo, Salah Satu Kawasan Pesantren Tertua di DIY

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 18:01 WIB
Masjid Taqwa (Pathok Negoro) di Kalurahan Wononokromo, Pleret, Bantul, DIY
Masjid Taqwa (Pathok Negoro) di Kalurahan Wononokromo, Pleret, Bantul, DIY

TourismNews.id - Desa Wisata Religi Wonokromo terletak di Kalurahan Wonokromo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Wilayah tersebut dari dahulu hingga saat ini terkenal dengan banyak ditemukannya tempat pendidikan khusus agama Islam atau orang Indonesia biasa menyebut pesantren.

Pondok-pondok pesantren yang saat ini berkembang di desa Wonokromo, salah satunya tidak lepas dari adanya Masjid Pathok Negoro yang merupakan Masjid Kagungan Dalem wilayah kekuasaan Keraton Ngayogyokarto Hadiningrat. Masjid tersebut saat ini dikenal dengan nama Masjid Taqwa Wonokromo.

Sejarah Berdirinya Wilayah Wonokromo

Ada beberapa versi terkait sejarah berdirinya wilayah Wonokromo, salah satu versi menyebutkan wilayah tersebut sudah ada sejak zaman Mataram Islam era Sultan Agung. Tokoh pendirinya dikenal dengan nama bernama Kiai Welit atau nama lainnya Abdullah Faqih yang terkenal memiliki kekuatan supranatural, sekaligus sebagai tabib yang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit terutama saat pageblug (wabah penyakit).

Karena keberhasilan membantu meredakan wabah penyakit tersebut, Sultan Agung menghadiahkan Kiai Faqih tanah berupa hutan awar-awar di barat pertemuan sungai Opak dengan sungai Gajahwong. Tidak lama kemudian, hutan awar-awar itu diubah menjadi perkampungan santri yang begitu religius.

Baca Juga: Sejarah dan Peran Hotel Pelangi di Kota Malang

Saat itu, masjid merupakan simbol peradaban sebuah perkampungan. Perkampungan dan masjid itu kemudian diberi nama Wa Anna Karoma, karena pelafalan orang Jawa sulit mengucapkan kata terdebut, maka dengan konsonan Wa Anna Karoma diganti dengan Wonokromo. Masjid tersebut bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi tempat menimba ilmu agama Islam bagi semua warga sekitar alas awar-awar.

Wonokromo di Masa HB I

Saat Hamengkubuwono (HB) I menjadi raja Kesultanan Yogyakarta, masjid yang yang terletak di wilayah Wonokromo itu menjadi bagian dari Masjid Pathok Negoro. Masjid Pathok Negoro bukanlah bangunan biasa yang hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, namun juga pusat pendidikan, tempat upacara atau kegiatan keagamaan, bagian dari sistem pertahanan, dan sekaligus sebagai tempat peradilan surambi atau peradilan syariah pada masa pemerintahan kesultanan Yogyakarta.

Halaman:

Editor: Arif Kusuma Fadholy

Tags

Terkini

Ikon dan Penghargaan terkait Wisata Halal di Lombok

Selasa, 12 Oktober 2021 | 20:24 WIB
X