• Rabu, 27 Oktober 2021

Anggota Komisi X DPR Minta Afirmasi Sebesar-besarnya untuk Guru Honorer

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 17:44 WIB
Guru honorer senior yang mengikuti seleksi guru PPPK tahun 2021 (Dok.FGBHSN)
Guru honorer senior yang mengikuti seleksi guru PPPK tahun 2021 (Dok.FGBHSN)

TourismNews.id – Anggota Komisi X DPR-RI Muhammad Kadafi, meminta pemerintah memberikan perhatin serius dan mengangkat harkat dan maratabat para guru di Indonesia. Ia memainta untuk guru honorer diberikan afirmasi yang sebesar-besarnya dalam penerimaan guru PPPK.

“Nasib mereka sangat tragis dan memilukan. Bahkan salah satu peserta seleksi P3K sampai gantung diri, yaitu guru dari salah satu sekolah dasar di Majalengka,” ujar Muhammad Kadafi saat menyampaikan interupsi pada Rapat Paripurna DPR RI, di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Kamis 7 Oktober 2021.

Kadafi menekankan bahwa perhatian khusus kepada nasib guru ini juga erat kaitannya dengan bonus demografi di Indonesia. “Dengan peran guru, negara bisa mendapat bonus SDM unggul dan berkualitas. Tanpa proses yang baik kepada guru maka berkah bonus demografi itu bisa akan menjadi hoaks, pimpinan, jadi pertimbangan dan pengawasan kita bersama," kata Kadafi.

Karena itu, Kadafi sangat memohon pimpinan DPR-RI berserta seluruh anggota DPR-RI untuk mengawasi proses pengumuman guru PPPK pada 8 Oktober ini. "Kita hari ini duduk di sini karena dedikasi guru, oleh karena itu perlu kita ingat bersama jangan sampai besok terjadi kegaduhan dan terjadi hal-hal yang semakin memilukan kita," kata Politisi Fraksi PKB ini.

Kadafi mengajak semua komponen bangsa ini memikirkan penjuangan para guru honorer, terutama yang berkaitan dalam beberapa persoalan krusial. “Pertama walaupun dalam kondisi pandemi para guru tetap berjuang tepat mengajar agar tak terjadi learning lost di Indonesia, kedua mereka juga mengalah dan menggantung harapannya untuk diangkat sebagai pegawai negeri, banyaknya guru pegawai negeri yang pensiun tahun depan,” katanya.

Ia menambahkan perhatian khusus juga perlu diberikan kepada para guru yang mengabdi di wilayah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal). “Tidak boleh diabaikan, sangat besar jasa mereka. Para guru tersebut harus diberikan apresiasi yang baik dari negara,” katanya menambahkan.***

Editor: Irvan Ali Fauzi

Tags

Terkini

X