• Sabtu, 4 Desember 2021

Melihat dari Dekat Darul Hadist al-Hasaniyya, Tempat Ustad Abdul Somad Menimba Ilmu

- Selasa, 14 September 2021 | 10:10 WIB
Kampus Darul Hadist al-Hasanniya, Maroko. (egyptstudentinformation.com)
Kampus Darul Hadist al-Hasanniya, Maroko. (egyptstudentinformation.com)

MAROKO, TourismNews.id - Darul Hadist al-Hasaniyya merupakan salah satu lembaga pendidikan bergengsi di daratan Afrika. Banyak mahasiswa-mahasiswa dari luar Maroko, dengan seleksi yang sangat ketat, menimba ilmu di sini. Salah satu yang paling populer adalah Ustad Abdul Somad (UAS).

UAS diketahui menempuh studi S2 di kampus yang berdiri pada 1964 tersebut. Lokasinya berada di Kota Rabat dan merupakan salah satu kampus yang berada di bawah naungan Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Kerajaan Maroko. Dilansir egyptstudentinformation.com, kendati masih setingkat institut, tetapi kampus ini sudah masuk kategori bergengsi di Maroko.

BACA JUGA: Menelusuri Gua Rangko di Labuan Bajo, Super Keren

Untuk mencicipi bangku kuliah dan mendapat gelar dari sini cukup sulit karena selain sistem pembelajaran yang intensif dengan kelas seminar dan kajian interaktif, juga disiplin ilmu yang ketat dan didukung para dosen yang militan.

Dalam salah satu potongan cerahmnya, UAS pernah mengatakan kalau dalam satu tahun, kampusnya ini hanya memberikan jatah tak lebih dari 20 orang kepada mahasiswa di luar Maroko.

Pada tahun 2015, terdapat perubahan kebijakan yaitu merger Institut Darul Hadist al-Hasaniyya ke Universitas Qarawiyyin melalui MoU pada bulan Ramadhan yang berisi tentang pengaturan ulang tata kelola kampus.

Kampus ini dibangun di negara Maroko yang merupakan lembaga pendidikan agama Islam terkemuka di maroko. Peranannya sangat penting dalam menjaga ajaran islam dari pengaruh imperealisme Barat.

BACA JUGA: Bahas Wisata Halal, Wapres Kenang Kunjungannya ke Korea Selatan  

Universitas ini difungsikan sebagai benten oleh negara Maroko untuk melindungi masyarakatnya dari pengaruh budaya barat yang dapat merusak moral masyarakat Maroko serta merubah struktur kebudayaan, yang telah mengikat dan mengakar di masyarakat. Dan perubahan inilah yang tidak di inginkan oleh raja Hasan II

Halaman:

Editor: Imam Solehudin

Tags

Terkini

Ini 7 Etika Pengunjung Saat Menginap di Hotel

Kamis, 4 November 2021 | 08:29 WIB
X